Media Pembelajaran Kian Kreatif dan Digemari, Siswa SD 144 Biring Kuning Semangat Belajar

0
38

Batanghari, PJ – Setelah Ibu Siti Hardiyanti, seorang guru kelas IV di SDN 150/X Bukit Tempurung Tanjab Timur yang berinovasi membuat media pembelajaran kreatif dan murah berupa Dadu Literasi untuk memudahkan siswa dalam memahami bacaan. Kini, pak Marsis membuat media serupa dan menerapkannya di SDN 144/I Biring Kuning Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari.

Sebagai informasi, dadu literasi merupakan media pembelajaran yang sederhana untuk memudahkan siswa dalam memahami buku yang telah dibaca. Pak Marsis mengaku membuat dadu literasi tersebut setelah membaca praktik baik media dadu literasi yang dibuat Ibu Siti Hardiyanti di media sosial.

“Kekuatan media sosial bisa menjadi media penyebarluasan praktik baik dari seluruh program PINTAR Tanoto Foundation, semua bisa meniru dan menerapkannya di sekolah masing-masing,” tukasnya, Jum’at, (23/8/2019).

Pak Marsis yang juga seorang fasilitator daerah SD program PINTAR Kab. Batang Hari ini membuat media sederhana tersebut dengan mengumpulkan barang – barang yang tidak terpakai di sekitar sekolah dan rumahnya. Lalu secara bersama-sama dengan siswa untuk membuat media tersebut.

“Penting untuk mengajak anak-anak, agar mereka juga bisa membuat sendiri di rumah nanti,” tambahnya.

Dikatakannya, dadu literasi dibuat dari bahan sederhana, mulai dari kardus bekas minuman ringan, kertas HVS warna putih yang tidak terpakai atau kertas kado dan terakhir lem. “Media tersebut bisa didapatkan di sekitar kita, kardus bekas air mineral maupun kertas bekas di kantor yang belakangnya bisa kita gunakan,” tukasnya.

Setelah menjadi dadu yang dilapisi kertas, tugas berikutnya adalah menulis ke 6 sisi dadu tersebut dengan tulisan Judul, Tokoh, Watak, Amanat, Setting (latar), dan Tema. Dengan bantuan dadu tersebut, siswa yang telah membaca buku cerita dengan mudah menyebutkan isi bacaan.

Cara bermainnya pun cukup mudah, setelah jadi, siswa tinggal melempar dadu tersebut. Agar menarik pembelajarannya, siswa yang memainkan dadu bisa menggunakan permainan hom pim pa atau tebak angka.

“Cara bermain dadu literasi ini yaitu kita lempar dadu tersebut, lalu keluar tulisan tema, lalu siswa tersebut menjelaskan tema dari buku yang ia baca, kemudian dilempar lagi dan keluar tokoh, siswa kembali menyebutkan tokoh dalam buku tersebut siapa” ujar ungkap pak Marsis.

Evellyn Gracia Jasmine, siswa kelas VI SDN 144/I Biring Kuning Kecamatan Batin XXIV mengaku senang dengan media yang dibuat oleh gurunya tersebut, “Senang, jadi mudah memahami,” ujar Jasmine, ketika ditanya tentang media pembelajaran dadu literasi tersebut.

Ke depan, Pak Marsis mendorong guru-guru kelas lainnya juga membuat hal serupa, “media ini murah dan mudah, semua orang bisa membuatnya, agar ada variasi dalam pembelajaran,” pungkasnya.

TFT

LEAVE A REPLY