Kabupaten Batanghari mengadakan Seminar Internasional dengan Tema “21 Century Teaching Skills/ Keterampilan Mengajar Abad 21”

0
51

Muara Bulian, PJ – Untuk menjawab tantangan Pendidikan 4.0 pada abad 21, MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Batanghari mengadakan Seminar Internasional dengan Tema “21 Century Teaching Skills/ Keterampilan Mengajar Abad 21”. 26/07

Pendidkan Abad 21 memnuntut guru dapat membantu siswa untuk mencapai tiga komponen pendidikan yaitu: (1) Karakter (Moral dan Kinerja); (2) Kompetensi (Kritis, Kreatif, Komunkiatif, dan Kolaboratif); dan Literasi (Literasi baca, lulis, hitung, dan literasi digital). Oleh karenanya guru dituntut untuk selalu belajar, meperbarui informasi, dan membaca kondisi kekinian yang terjadi di masyarakat sekitar dan dunia. Diperlukan pelatihan-pelatihan dan kegiatan-kegiatan baik formal dan informal yang dapat meng-upgrade kampuan guru. Untuk mejawab tantangan ini, MGMP Bahasa Inggris Batanghari secara berani mengadakan Seminar Internasional yang diadakan di Kabupaten Batanghari, Jambi.

Kegiatan seminar ini bukan hanya memberikan kesempatan untuk mendegarkan Keynote Speech dari Robert Lurie (Session Director of LATTICE-Linking All Types of Teachers to Cross-cultural Education, Michigan State University), namun juga memberikan kesempatan bagi para guru, dosen, dan akademisi untuk menjadi presenter dengan memaparkan makalahnya pada sesi Parallel Speakers.

Yang Unik dari kegiatan ini adalah yang pertama, jika biasanya kegiatan International di adakan oleh Kampus, namun kegiatan ini diadakan oleh kumpulan guru-guru Bahasa Inggris SMA se-kabupaten Batanghari. Yang kedua, kegiatan ini termasuk nekad, karena tidak mendapat dukungan finansial yang signifikan dari pemerintah daerah maupun pusat. Tiga, International Conference ini adalah yang pertama di adakan di Kabupaten Batanghari (bukan di Kota Jambi).

Output dari kegiatan ini diharapkan: (1) Akan tercipta pemahaman akan pentingnya mengajar yang berorientasi pada Education 4.0; (2) Lahirnya jaringan guru yang dapat membentuk Professional Development, yang bertemu rutin minimal setiap bulan untuk sama-sama belajar mengembangkan diri dalam menghadapi pendidikan abad 21; (3) Meningkatkan kualitas guru terutama kecakapan digital dalam memenuki tuntutan abad 21 yaitu Karakter, Kompetensi, dan Literasi.

Pemateri utama pada seminar ini adalah Robert Lurie. Robert yang selain bekerja di Michigan State University, beliau juga adalah seorang guru di Waverly High School. Mr. Lurie bukan hanya memahami teori tentang konsep Education 4.0 namun beliau juga memahami secara praktis, karena beliau juga sehari-hari bekerja sebagai guru Sosial Studies. Ia juga setiap musim Panas selalu mengikuti kegiatan pengjaran di berbagai negara di Asia dan Afrika, sehingga membuat Robert sangat kayak akan wawasan pendidikan Internasional.

Robert Lurie, memberikan penekanan bahwa Mengajar di abad 21 menuntut guru untuk lebih mampu beradaptasi dengan perubahan. Karena saat ini yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Guru harus mampu bekerjasama dengan sesama guru, harus berkamuan kuat untuk belajar dan terus membekali diri dengan ilmu dan informasi terkini, serta tidak alergi dengan perkembangan teknologi.

Ronbert juga menekankan bahwa ada 7 kometensi yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa di abad 21: Collaboration (kerjasama), Communication (kemapuan berkomunikasi), Critical Thinking (Berfikir Kritis), Creative (Kreatif), Chracter (mempunyai karakter), Civic Action (pemawaman kawarganegaraan), Culturally aware (pemahaman keberagam budaya). Dengan 7 kompetensi ini diharapkan dapat membekali siswa untuk karir mereka di masa depan. Karena berdasarkan laporan Institute for future menekankan bahwa 85% pekerjaan yang akan dilakukan oleh pelajar saat ini pada tahun 2030 belum ditemukan. Dengan kata lain, pendidikan harus mampu membekali siswa tentang kemungkian karir yang saat ini belum ada, dan memikirkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang belum pernah dibuka.

Terakhir Robert memberi pesan bahwa, siswa tidak pernah berubah. Hal ini meluruksan paradigma bahwa siswa saat ini banyak yang berubah. Sebenarnya yang berubah bukanlah siswa, melainkan lingkungan sekitar yang terus berubah, sehingga memaksa siswa untuk membuat keputusan untuk merespon perubahan di sekelilingnya.

Robert Luri sendiri melakukan tiga agenda penting. Yang pertama adalah memberikan kuliah umum untuk dosen-dosen di UNJA pada tanggal 25 Juli 2016. Kemudian tanggal 26 Juli menjadi pemateri inti pada Seminar intenrasional yang diadakan oleh MGMP Bahasa Inggris SMA Kabupaten Batanghari, dan ditutup pada hari Sabtu 27 Juli 2019 dengan melakukan kunjungan ke SMA 1 Batanghari, sembari memberikan motivasi kepada siswa, dan sharing informasi kepada para guru.

Ketua Panitia
The 2019 International Conference on Education

Dion E. Ginanto, S.Pd., MA., Ph.D

LEAVE A REPLY