DPRD Kota Jambi Gelar Rapat Penyampaian Nota Keuangan Ranperda

0
36
KOTA JAMBI, PJ – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRDKota Jambi, menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran  pendapatan dan belanja Kota Jambi tahun 2018. Bertempat Diruang rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, Senin(17/6).
Rapat Paripurna dipimpin langsung  oleh Wakil Ketua DPRD Kota Jambi M. Fauzi  serta dihadiri oleh Walikota Jambi Syarif Fasha, Direksi Tehnik PDAM, Kasat polpp Kota Jambi,  para Camat Serta Lurah, Kepala OPD dilingkungan Pemerintahan Kota Jambi dan anggota DPRD Kota Jambi.
Dalam Kesempatan itu Walikota Jambi Syarif Fasha menyampaikan bahwa pendapatan transfer  dari pemerintah pusat terdiri dari dana  perimbangan sebesar RP. 1,12 Triliun terrealisasi sebesar Rp.1,11 Triliun atau 98,69%,  sedangkan untuk pendapatan dari transfer lainnya ditargetkan sebesar Rp.18 Miliyar, realisasinya sebesar RP.18 Miliyar atau 100,00%.
“mudah-mudahan paripurna ini  berjalan lancar, juga kami sedang memasuki tahapan perubahan di tahun 2019 dan juga penyampaian usulan untuk di tahun 2020 nanti, ” ujarnya.
Fasha juga menambahkan bahwa penerimaan pembiayaan  tahun anggaran 2018 adalah berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran(silpa) tahun2017 yang nilainya sebesar Rp.131,65 Miliyar. Penerimaan  biaya tersebut dikeluarkan untuk pembiayaan sehingga menjadi pembiayaan netto. Sedangkan realisasi dari pembiayaan  netto tahun2018 sebesar Rp.126,65 Milyar.
“saya melihat dan mencermati bahwa di 2018 banyak yang efisiensi-efisiensi yang dilaksanakan, sehingga silva memang agak besar disitu  karena memang banyak belanja –belanja yang kami  stop  tidak boleh dibelanjakan karena  hanya kegiatan-kegiatan rutin tahunan yang sifatnya copy  paste kami stop semua dan hasil dari itu juga bisa kami pakai di 2019 ini, ” terangnya.
 “Termasuk sarana dan prasarana karena keterbatasan anggaran kita juga, kita juga masih memohon bantuan dari ABPN, DAK dan lainnya, sebab DAK di 2018 itu agak minim karena banyak  kegiatan seperti  ASEAN games  banyak dana tersedot disana sehingga DAK reguler kita dipotong semua karena ini kebijakan pemerintah pusat, ” ujar Fasha.
Ndre

LEAVE A REPLY