Tunjang Pemahaman Pembiayaan Pelaku Ekonomi Kreatif, BEKRAF Lakukan Hal Ini

0
77

Kota Jambi,PJ – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah non kementrian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif yang saat ini kepala Bekraf di jabat oleh Bapak Triawan Munaf.

Dalam hal tersebut Badan Ekonomi Kreatif mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan perbankan syariah guna mendukung perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di jambi dengan meningkatkan pemahaman pembiayaan perbankan syariah serta pengelolaan keuangan usaha melalui Temu Bisnis Perbankan Syariah, bertempat di Swiss Bell Hotel Jambi, Sabtu (16/3).

Bekraf turut menghadirkan perencana keuangan dan pelaku usaha sukses untuk memberikan informasi manajemen keuangan serta cerita sukses yang memotivasi pelaku ekonomi kreatif untuk ekspansi usaha.

Dalam acara Temu Bisnis Perbankan Syariah tersebut di hadiri oleh Narasumber yakni, Pimpinan Komisi X DPR-RI, IR. H.A.R. Sutan Adil Hendra, M.M., Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, Financial Planner, Ahmad Gozali, Perwakilan BNI Syariah, CEO KAABA, Gerryadi Agusta Sachanity, serta tamu undangan.

Terdapat 200 pelaku usaha ekonomi kreatif jambi berkesempatan bertemu dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah sebagai perwakilan perbankan syariah untuk mengetahui pembiayaan BNI Syariah beserta cara mengaksesnya.

Dalam sambutan Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu menyampaikan bahwa Jambi memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. “Bekraf hadir disni untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif jambi dari sisi permodalan perbankan syariah dan cara mengelola keuangan,”tuturnya.

Pimpinan komisi X DPR-RI, yakni IR.H.A.R. Sutan Adil Hendra, M.M.,juga memberikan sambutan yang bertema peran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk perkembangan ekonomi kreatif serta membuka acara Temu Bisnis Perbankan Syariah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jambi, Ariansyah juga turut memberikan sambuitan mengenai ekonomi kreatif di jambi. “Kita ketahui bahwa bank syariah ini memiliki azas keadilan yakni keuntungan penjualan secara real biasanya di bagi sesuai kontribusnya masing – masing, memiliki kemitraan antar nasabah dengan pihak pengelola bank itu sama dan sejajar posisinya dan transparansi dalam pengelolaan yang terbuka kemudian universal yang berlaku untuk semua,”jelasnya.

Sahmad, S.Kom., selaku Branch Manager PT BNI Syariah Kota Jambi memberikan penjelasan pembiayaan perbankan syariah dan juga Ahmad Gozali selaku Financial Planner menekankan pentingnya laporan keuangan usaha karena di gunakan sebagai dasar strategi bisnis. “Sesuatu yang sulit di ukur akan sulit diatur dan jangan sampai dapur pribadi menggerogiti bisnis sendiri,” ujar Gozali.

Gerryadi Agusta Sachanty selaku CEO KAABA mengharapakan untuk pelaku usaha ekonomi kreatif. “jambi mendapat pengetahuan mengembangkan usaha dan menerapkan pada usaha mereka,”ujarnya.q

Bekraf juga mempunyai tugas membantu presiden Republik Indonesia (RI) dalam Merumuskan, menetapkan, mengiordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, flm animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa serta televisi dan radio.

Sayuti/Andre

LEAVE A REPLY