Fasha Tunggu Pelimpahan Wewenang Pemeliharaan 3 Aset Ini Dari Pemprov Jambi

0
97

Kota Jambi, PJ – Terkait rencana pelimpahan wewenang pemeliharaan tiga aset milik Pemerintah Provinsi Jambi ke Pemerintah Kota Jambi, hingga saat belum terlaksana. Ketiganya aset yang di maksud yaitu Gentala Arasy, Taman Tugu Juang serta terminal Sijenjang.

Walikota Jambi Syarif Fasha saat dikonfirmasi PedestrianJambi.com Senin (11/3) mengatakan bahwa atas ketiga Aset tersebut Pemkot Jambi sudah 3 kali menyurati ke pemprov. “sebetulnya kami sudah menyurati Pemprov, mungkin sudah ketiga kalinya terkait dengan jembatan Gentala arasy, Taman tugu juang, dan juga ada satu terminal di Sijenjang yang tadinya milik Pemerintah Kota, tetapi semenjak keluarnya undang-undang no. 23 harus diserahkan kepada pemerintah Provinsi,” Ujarnya.

Aset yang belum diserahkan ke pemkot oleh pemprov tersebut terlihat tidak terawat, serta karena bukan aset pemkot, maka pemkot pun tidak dapat berbuat apa-apa. “jembatan Gentala Arasy kita lihat kondisi saat ini sangat kumuh sekali tidak ada perawatan sama sekali, nah kami juga tidak bisa mengerahkan tenaga kebersihan, menertibkan yang ada di atas jembatan, karena itu bukan terhitung aset kami,” ujarnya.

Pemkot juga meminta dengan surat yang sudah beberapa kali kepada pemerintah Provinsi untuk bisa mengelola dan menyerahkan aset tersebut. “Seperti pemerintah pusat bangun apapun di Kota ini biasanya setelah 2 tahun diserahkan aset ini kepada kami untuk kami pelihara karena mereka juga tidak mampu memelihara ini, nah termasuk taman tugu juang sangat disayangkan sekali karena kami juga mau membersihkan tamannya, memotong rumputnya itu tidak bisa juga, karena bukan aset kami,” lanjut Fasha.

Pemkot berencana akan mengubah terminal sijenjang menjadi pasar 46 atau pasar rakyat namun itu harus dikembalikan diserahkan dulu asetnya. “terminal sijenjang sampai saat ini terminal sijenjang itu kami serahkan kepada Pemprov sampai sekarang belum di gunakan juga, kita ketahui bahwa di jalan lintas ini yang kita sebut dengan pasar 46 banyak sekali pedagang, baik pedagang dari Kota Jambi maupun pedagang dari Kabupaten Muaro Jambi sehingga membuat lalu lintas macet, kami berencana bahwa pedagang ini bisa dipindahkan ke terminal sijenjang, kami akan ubah terminal sijenjang ini menjadi pasar 46 jadi pasar rakyat tapi itu harus dikembalikan diserahkan dulu asetnya kepada kami,” terangnya.

Fasha mengatakan bahwa kapanpun waktu penyerahannya pemkot siap untuk menerimanya. “Kami dalam posisi menerima tergantung yang akan menyerahkan, kalau yang menyerahkan besok kami siap, bulan depan kami siap, kalau menyerahkan tahun depan juga apa boleh buat, jadi kami posisi menerima kapan saja kami siap,”tutupnya.

Andre

LEAVE A REPLY